Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, karena pemimpin yang tidak memiliki sifat kepemimpinan, akan kehilangan fungsinya sebagai pemimpin. Kepemimpinan didefinisikan sebagai kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian sebuah visi dan tujuan yang telah ditetapkan. Perlu diperhatikan bahwa, tidak semua manajer adalah pemimpin, begitu pula sebaliknya. Namun begitu, dalam organisasi pemimpin dan manajer sangat diperlukan, karena keduanya saling melengkapi. Jika pemimpin dibutuhkan untuk menciptakan visi masa depan dan menginspirasi para anggota organisasi untuk mencapai visi, maka manajer dibutuhkan untuk merumuskan rencana yang terperinci untuk mencapai visi tersbut.
Organisasi dengan kepemimpinan yang kuat dapat dilihat dari sifat dan karakteristik pemimpinnya, oleh karena itu muncullah teori sifat kepemimpinan. Teori sifat kepemimpinan adalah teori-teori yang mempertimbangan kualitas dan karakteristik, baik dari segi kepribadian, sosial, fisik atau intelektual seseorang, untuk membedakan seorang pemimpin dengan bukan pemimpin. Riset membuktikan bahwa sifat dan karakteristik yang dimiliki seorang pemimpin dapat memprediksikan kepemimpinan pemimpin tersebut.
Sifat akan menimbulkan perilaku, maka dari itu mengidentifikasi pemimpin juga dapat melalui teori perilaku kepemimpinan. Teori perilaku kepemimpinan adalah teori-teori yang mnegusulkan perilaku spesifik yang membedakan para pemimpin dari bukan para pemimpin. Perilaku spesifik tersebut dapat dilihat dari bagaimana pemimpin memprakarsai struktur organisasinya, keramahannya, orientasi pemimpin terhadap bawahannya dan orientasi pemimpin terhadap produknya. Perilaku-perilaku spesifik yang dimiliki pemimpin ini sangat memengaruhi kinerja kepemimpinannya.
Meskipun teori sifat dan perilaku kepemimpinan dapat mengidentifikasikan seorang pemimpin, namun bukan berarti dapat pula memprediksi keberhasilan kepemimpinan pemimpin tersebut. Hal ini dikarenakan keberhasilan tidak dapat hanya dilihat dari bagaimana sifat dan perilaku seorang pemimpin namun juga bagaimana kondisi organisasi tersebut. Ada beberapa cara untuk memprediksi keberhasilan kepemimpinan, yaitu : dilihat dari gaya kepemimpinannya, dilihat dari sejauh mana bawahannya bersedia dan mampu untuk menyelesaikan tugas, dilihat dari seringya seorag pemimpin menjelaskan jalur untuk mencapai tujuan pada para pengikutnya dan dilihat dari partisipasinya dalam pengambilan keputusan.
Adapun cara lain dalam melihat gaya kepemimpinan dengan menggunakan teori kepemimpinan kontemprer. Dalam teori ini ada dua gaya kepemimpinan yang diusung, yaitu kepemimpinan karismatik dan kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan karismatik yaitu ketika para pengikutnya menganggap pemimpinnya memiliki karakteristik yang luar biasa. Ciri dari gaya kepemimpinan ini adalah pemimpin memiliki sebuah visi, bersedia untuk mengambil risiko pribadi untuk mencapai visi tersebut, peka terhadap kebutuhan dari pengikut dan memperlihatkan perilaku-perilaku yang luar biasa. Sedangkan kepemimpinan transformasional adalah para pemimpin yang menginspirasi para pengikut untuk melampaui kepentingan diri mereka sendiri demi keuntungan organisasi. Para pemimpin transformasional dapat memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap para pengikutnya. Para pemimpin transformasional menaruh perhatian pada kekhawatiran dan kebutuhan dari para pengikut, mengubah kesadaran dari para pengikut atas permasalahan dengan membantu mereka melihat pada permasalahan-permasalahan yang lama dengan cara yang baru, memberi semangat pada para pengikut untuk berkontribusi lebih banyak dalam organisasi.
Selain, gaya kepemimpinan, hal yang dapat menentukan keefektifan kepemimpinan adalah etika dan kepercayaan yang dimiliki seorang pemimpin, disebut juga kepemimpinan autentik. Kepemimpinan autentik adalah para pemimpin yang mengetahui siapakah mereka, mengetahui apa yang mereka yaikini dan nilai, serta bertindak dengan nilai tersebut dan meyakini secara terbuka dan berterus terang. Kepemimpinan autentik ini menitikberatkan pada aspek moral yang dimiliki para pemimpin. Para pemimpin yang memiliki etika cenderung memiliki para pengikut yang lebih berperilaku kewargaan organisasi dan lebih bersedia untuk mengarahkan permasalahan-permasalahan agar diperhatikan oleh para pemimpin, serta dapat mengurangi konflik interpersonal. Kepercayaan kepemimpinan, yaitu para pengikut yang mempercayai seorang pemimpin memiliki kepercayaan bahwa hak dan kentingan mereka tidak akan disalahgunakan. Untuk mengidentifikasi seorang pemimpin memiliki kepercayaan, dapat dilihat melalui tiga hal : integritas, kebajikan dan kemampuan.
Sumber : Perilaku Organisasi oleh Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge
Sumber : Perilaku Organisasi oleh Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge
Comments
Post a Comment